MOROWALI, Sulawesi Tengah – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, merespons cepat pemberitaan terkait banjir lumpur berwarna kuning kemerahan yang terjadi di Desa Solonsa Jaya, dengan menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tengah (DLH Sulteng) turun langsung ke lokasi.
“Segera diturunkan tim untuk mengecek, hubungi Ketua Tim-nya Dinda, sedang di Morowali itu, ” ujar Gubernur Anwar Hafid, yang juga mantan Bupati Morowali dua periode, saat dikonfirmasi pada Jumat (27/2/2026).

Menindaklanjuti arahan tersebut, tim DLH Sulteng langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan verifikasi lapangan terkait penyebab munculnya banjir lumpur yang diduga kuat merupakan dampak dari aktivitas pertambangan PT Alaska.
Ketua Tim DLH Sulteng, Baso, membenarkan bahwa pihaknya saat ini sedang dalam perjalanan menuju lokasi terdampak.

“Kami akan lakukan verifikasi lapangan, insya Allah besok (Sabtu, 28/2). Kami masih dalam perjalanan ke Solonsa Jaya, ” ungkap Baso kepada media ini.
Banjir lumpur berwarna kuning kemerahan tersebut diketahui bukan kali pertama terjadi di Desa Solonsa Jaya. Warga menyebutkan, peristiwa serupa sudah berulang kali melanda kawasan tersebut setiap kali terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Genangan lumpur pekat bahkan sering memasuki area pemukiman dan merusak lahan pertanian warga.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan provinsi segera mengambil langkah tegas untuk menindaklanjuti penyebab utama kejadian tersebut, termasuk memeriksa aktivitas pertambangan yang berpotensi merusak lingkungan di sekitar wilayah desa.

Langkah cepat Gubernur Sulawesi Tengah menerjunkan tim DLH Sulteng ini diharapkan dapat memberikan kejelasan penyebab bencana berulang tersebut sekaligus memastikan perlindungan lingkungan serta keselamatan masyarakat di wilayah pertambangan Morowali.

Updates.