DLH Sulteng Ungkap Pelanggaran Berat PT Alaska, Publik Tunggu Sikap Tegas Gubernur

    DLH Sulteng Ungkap Pelanggaran Berat PT Alaska, Publik Tunggu Sikap Tegas Gubernur
    Publik tunggu ketegasan Gubernur Sulteng terhadap PT Alaska

    MOROWALI, Sulawesi Tengah — Tim DLH Sulawesi Tengah meninjau langsung lokasi aktivitas tambang PT Alaska di Desa Solonsa Jaya, Kecamatan Witaponda, Kabupaten Morowali, pasca terjadinya banjir lumpur yang meresahkan warga. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan berbagai indikasi pelanggaran serius terhadap regulasi lingkungan dan tata kelola perusahaan.

    Rombongan Tim peninjauan lapangan yang dipimpin Baso Nur Ali, S.Sos., M.Si, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Sulteng, menemukan fakta mencengangkan. Hampir seluruh regulasi yang mengatur pengelolaan lingkungan dan tata kelola sumber daya mineral tidak dipatuhi oleh perusahaan.

    “Saya menyimpulkan, hampir seluruh ketentuan tidak ditaati. Sekarang tinggal pilihan: apakah perusahaan mau berubah atau tidak. Kalau tidak, kita bisa mengambil keputusan tegas untuk mencabut izin mereka, ” ujar Baso kepada wartawan di lokasi, Sabtu (28/02/2026).

    Menurut Baso, pemerintah saat ini masih memberi ruang pembinaan. Namun, bila setelah diberi kesempatan tidak ada perubahan signifikan, maka pencabutan izin operasional bukan hal yang mustahil.

    “Pemerintah tidak bisa hanya mengejar investasi. Kita juga wajib membina dan memastikan mereka patuh. Tapi kalau setelah dibina tetap melanggar, langkah tegas harus diambil, ” tegasnya.

    Salah satu sorotan serius adalah penggunaan jalan nasional sebagai jalur perlintasan operasional disinyalir tanpa izin resmi dari Balai Jalan Nasional. Dan yang terparah adalah, pengelolaan limbah dan sistem drainase tambang tidak sesuai ketentuan.

    “Jalan ini dikelola oleh Balai Jalan Nasional. Perusahaan wajib mengantongi izin, bukan asal pakai. Saya akan komunikasikan hal ini dengan pihak-pihak terkait untuk mencari solusi terbaik bagi semua, ” ujar Baso.

    Warga sekitar mengaku lelah dengan situasi yang terus berulang. Setiap hujan deras, rumah, sawah dan kebun mereka dilanda banjir lumpur.

    “Kami hanya ingin tenang. Jangan sampai setiap kali hujan, kami harus menunggu bencana. Kami pasrah, harapan kami kepada Pak Gubernur yang juga putra Morowali bisa mendengarkan jeritan kami ini masyarakat kecil, ” tutur sejumlah warga dengan nada pasrah kepada wartawan media ini, Selasa (3/3/2026).

    Kini publik menanti langkah nyata dari Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid. Desakan agar pemerintah provinsi mengambil sikap tegas terhadap pelanggaran ini semakin kuat, seiring dengan meningkatnya keresahan masyarakat.

    Apakah Gubernur akan mendengar suara dari Solonsa Jaya — suara yang datang bukan dari politik, tapi dari alam dan rakyat yang terdampak? Yang jelas, bukti pelanggaran sudah di depan mata. Kini, bola keputusan ada di tangan pemimpin tertinggi Sulawesi Tengah, sama-sama kita nantikan.

    morowali
    Patar Jup Jun

    Patar Jup Jun

    Artikel Sebelumnya

    Kegiatan Humanis Sat Lantas Polres Morowali,...

    Artikel Berikutnya

    Simbol Persaudaraan Antar Daerah, Bupati...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Sony Sonjaya: BGN Dorong Penguatan Industri Peternakan untuk Ketahanan Pangan dan Perbaikan Gizi
    Unhas Makassar Dorong Gizi Anak Lewat Dapur Bergizi Gratis
    Dr. Hendri: DNA Partai Politik Harus Dibangun dengan Pendekatan Kesejahteraan, Teknologi Informasi dan Artificial Intelligent
    Abdullah Rasyid: Imigrasi Jadi Motor Ekonomi, Lapas Fokus Kemandirian
    Dr. Muhd Naf'an: Literasi Hukum Kunci Keadilan Sejati di Indonesia
    Sekda Morowali Buka Konsultasi Publik Lima Ranperda, Tekankan Penguatan Basis Data Pembangunan
    IMIP Fasilitasi Magang Dosen, Kuatkan Kolaborasi Industri–Akademisi
    Respon Berita Banjir Lumpur Kuning Kemerahan di Solonsa Jaya, Gubernur Anwar Hafid Terjunkan Tim DLH Sulteng
    Bupati Iksan Apresiasi Komitmen PT Vale Bangun Smelter dan Tambang Berkelanjutan di Morowali
    Lewat Komsos, Babinsa Koramil 1311-09/Bahodopi Perkuat Sinergi dengan Aparat Desa dan Warga Desa Lele
    Kejari Morowali Tetapkan Kadis Perikanan Inisial F dan Dua Orang Lainnya Tersangka Korupsi Pengadaan Perahu Fiber
    IBR Fest 2026 Siap Meriahkan Ramadan di Morowali, Ketua Panitia Asfar: Ajang Silaturahmi dan Pemberdayaan UMKM
    Simbol Persaudaraan Antar Daerah, Bupati Morowali Iksan Hadiri HUT ke-66 Kabupaten Konawe
    Lewat Komsos, Babinsa Koramil 1311-09/Bahodopi Perkuat Sinergi dengan Aparat Desa dan Warga Desa Lele
    Banjir Lumpur Kuning Kemerahan Kembali Landa Solonsa Jaya, Diduga Kuat Aktivitas Tambang PT Alaska Jadi Biang Kerok
    Tokoh Masyarakat sekaligus Mantan Ketua DPRD Morowali Dukung Kejari Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Dinas Perikanan
    Kasus Korupsi Dinas Perikanan Morowali Terus Dikembangkan, Kejari: Bisa Ada Tersangka Lain
    Safari Ramadan di Bungku Timur, Wabup Iriane Iliyas Ajak Warga Bangun Morowali dengan Iman dan Kebersamaan
    Sekda Morowali Buka Konsultasi Publik Lima Ranperda, Tekankan Penguatan Basis Data Pembangunan
    Polres Morowali Gelar Apel Siaga Ramadhan 1447 H, Wujudkan Kesiapsiagaan Pengamanan Kamtibmas

    Ikuti Kami