MOROWALI, 12 Februari 2026 – Di tengah tekanan global terhadap harga komoditas, tantangan rantai pasok, serta peningkatan tuntutan terhadap standar keberlanjutan, PT Vale Indonesia Tbk tetap menunjukkan ketangguhannya. Melalui Indonesia Growth Project Morowali (IGP Morowali), perusahaan berhasil mencatatkan penjualan 2, 2 juta ton ore pada awal tahun 2026 — capaian signifikan yang menegaskan konsistensi kinerja operasional di tengah situasi industri yang menantang.
Angka tersebut bukan sekadar pencapaian produksi, melainkan hasil dari disiplin eksekusi, perencanaan matang, dan kolaborasi lintas fungsi di seluruh lini operasional. Meski menghadapi fluktuasi pasar, kondisi cuaca ekstrem, dan dinamika regulasi global, PT Vale berhasil menjaga ritme produksi dan pengiriman sesuai target.
Direktur dan Chief Project Officer PT Vale Indonesia, Muhammad Asril, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan buah kerja kolektif seluruh elemen perusahaan.
“Capaian 2, 2 juta ton penjualan ore di awal tahun ini adalah hasil dari kolaborasi dan komitmen bersama. Saya mengapresiasi seluruh karyawan, mitra kerja, kontraktor, pemerintah, serta stakeholder yang terus mendukung kelancaran operasional kami di tengah tantangan global, ” ujar Asril.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya berbicara tentang volume produksi dan penjualan, tetapi juga mencerminkan komitmen terhadap prinsip pertambangan berkelanjutan. Setiap aktivitas operasional PT Vale dilaksanakan dengan menjunjung tinggi keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Komitmen itu diwujudkan secara konkret di Kabupaten Morowali melalui berbagai program pemberdayaan dan lingkungan, seperti peningkatan pendidikan, penguatan layanan kesehatan, pengembangan ekonomi masyarakat, pembangunan infrastruktur dasar, serta konservasi alam. Hingga akhir Januari 2026, perusahaan telah melaksanakan hydroseeding seluas 16 hektare, membangun fasilitas nursery berkapasitas 400 ribu bibit per tahun, serta memasang sistem pengendalian erosi di jalur tambang utama (Mine Haul Road).
Sementara itu, Head of Mine Operation Bahodopi PT Vale Indonesia, Wafir, menegaskan bahwa capaian awal tahun ini menunjukkan kesiapan proyek dalam menjaga stabilitas operasional jangka panjang.
“Keberhasilan ini mencerminkan penguatan sistem operasional dan perencanaan tambang yang terintegrasi. Kami terus meningkatkan efisiensi, memperkuat pengendalian risiko, dan menerapkan standar keselamatan serta lingkungan yang ketat untuk menjamin keberlanjutan proyek ke depan, ” jelas Wafir.
Ia menambahkan, tantangan industri justru menjadi momentum bagi perusahaan untuk memperkuat ketangguhan organisasi dan budaya adaptif.
“Industri ini sangat dinamis. Karena itu, kami terus memperkuat kolaborasi internal dan komunikasi terbuka dengan seluruh pemangku kepentingan. Kami yakin kinerja positif ini akan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang, ” tambahnya.
PT Vale Indonesia juga menegaskan pentingnya dukungan pemerintah daerah dan pusat dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif — tidak hanya dalam aspek perizinan dan regulasi, tetapi juga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Capaian 2, 2 juta ton ore ini menjadi pijakan strategis bagi target kinerja PT Vale Indonesia sepanjang 2026. Dengan perencanaan matang dan eksekusi disiplin, perusahaan menargetkan keseimbangan antara produktivitas, efisiensi, dan tanggung jawab lingkungan.
“Capaian ini bukan hanya soal angka, tetapi tentang konsistensi, sinergi, dan kontribusi nyata PT Vale bagi daerah dan bangsa, ” tutup Asril.

Updates.