Banjir Lumpur Kuning Kemerahan Kembali Landa Solonsa Jaya, Diduga Kuat Aktivitas Tambang PT Alaska Jadi Biang Kerok

    Banjir Lumpur Kuning Kemerahan Kembali Landa Solonsa Jaya, Diduga Kuat Aktivitas Tambang PT Alaska Jadi Biang Kerok
    Tampak banjir lumpur kuning kemarahan menggenangi jalan poros lintas di Solonsa Jaya

    MOROWALI, Sulawesi Tengah— Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Solonsa Jaya, Kecamatan Wita Ponda, Kabupaten Morowali, pada Selasa malam (24/2/2026) kembali memicu banjir lumpur berwarna kuning kemerahan yang menerjang Dusun 3 dan Dusun 4.

    Bencana ini bukan kali pertama terjadi, melainkan sudah berulang kali menghantam pemukiman warga, jalan poros, serta lahan pertanian.

    Berdasarkan laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Morowali, curah hujan tinggi sejak pukul 18.30 hingga sekitar pukul 01.00 WITA menyebabkan tanggul di sekitar pemukiman jebol, dan air bercampur lumpur dari arah hulu meluap ke kawasan penduduk. Sedikitnya 5 rumah dan 7 kepala keluarga terdampak dalam peristiwa tersebut.

    “Lumpur yang datang warnanya kuning kemerahan, sangat pekat, dan jelas berasal dari arah tambang di atas. Ini sudah sering, bukan baru kali ini, ” ungkap warga Solonsa Jaya dengan nada kecewa.

    Warga menduga kuat aktivitas pertambangan PT Alaska di wilayah atas Desa Solonsa Jaya menjadi penyebab utama berulangnya banjir lumpur tersebut. Aktivitas tambang yang diduga merusak struktur tanah dan memicu sedimentasi berat membuat aliran air dari pegunungan meluap setiap kali hujan deras mengguyur.

    Akibatnya, material tambang bercampur air hujan membentuk lumpur berwarna kuning kemerahan yang menggenangi rumah, jalan, hingga area persawahan. Warga pun menilai hal ini sebagai bentuk kelalaian perusahaan tambang dalam mengelola dampak lingkungan di wilayah operasinya.

    “Kalau dibiarkan terus, setiap musim hujan kami pasti jadi korban. Kami minta pemerintah, terutama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Morowali, bertindak tegas bahkan mencabut izin PT Alaska kalau memang terbukti lalai dan menyebabkan bencana bagi masyarakat, ” tegas salah satu tokoh warga.

    Atas peristiwa itu, Tim Reaksi Cepat BPBD Morowali telah turun ke lokasi dan menghimbau warga agar tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. Saat ini air sudah surut, namun tumpukan lumpur tebal masih terlihat menutupi badan jalan dan halaman rumah warga.

    Sebagaian Warga secara swadaya melakukan pembersihan material lumpur di area lingkungan perumahan masing-masing, sementara tim BPBD terus melakukan pemantauan di lapangan.

    Masyarakat berharap, pemerintah daerah melalui DLH Morowali segera menindaklanjuti kejadian ini dengan penyelidikan menyeluruh terhadap aktivitas tambang PT Alaska yang dinilai telah berulang kali menimbulkan dampak lingkungan serius.

    “Sudah cukup kami jadi korban lumpur tambang. Pemerintah jangan hanya datang saat banjir, tapi tindak tegas penyebabnya, ” ujar warga lainnya.

    Terkait hal tersebut, pihak PT Alaska belum memberikan penjelasan hingga berita ini dipublikasikan, upaya konfirmasi dilakukan pada Kamis malam (26/02/2026) tapi belum membuahkan hasil.

    morowali
    Patar Jup Jun

    Patar Jup Jun

    Artikel Sebelumnya

    Safari Ramadan di Bungku Timur, Wabup Iriane...

    Artikel Berikutnya

    Polres Morowali Gelar Apel Siaga Ramadhan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Satgas Cartenz Ungkap Jaringan Pasok Senpi Ilegal ke KKB Papua
    Prancis Gelontorkan Rp1,2 T untuk Stabilkan Ekonomi Akibat Krisis Timur Tengah
    Dr. Naf'an: Hukum Tak Bisa Dipesan!
    Advokat Terjepit Etika, Dr. Muhd Naf’an: Kritik Tajam Penegakan Hukum yang Sarat Kepentingan
    Buron Tambang Ilegal Samin Tan Jadi Tersangka Korupsi

    Ikuti Kami